Style Guide dalam Penerjemahan dan Manfaatnya

style guide penerjemahan

Pernah membaca hasil terjemahan yang secara tata bahasa sudah benar, tetapi istilah dan gaya bahasanya terasa berbeda dengan dokumen lain? Kondisi tersebut dapat muncul ketika penerjemah tidak memiliki acuan yang sama. Karena itu, style guide penerjemahan menjadi salah satu panduan penting dalam pekerjaan penerjemahan profesional.

Dalam proses penerjemahan, kualitas tidak hanya bergantung pada ketepatan mengubah bahasa sumber ke bahasa target. Penerjemah juga perlu menjaga konsistensi istilah, gaya bahasa, tone, dan format. Terlebih lagi, ketika satu proyek melibatkan banyak dokumen atau beberapa penerjemah, style guide dalam penerjemahan dapat membantu seluruh proses berjalan dengan standar yang sama.

Apa Itu Style Guide Penerjemahan?

Sebelum membahas manfaatnya, mari pahami terlebih dahulu pengertian style guide agar tidak menyamakannya dengan glossary atau sekadar aturan tata bahasa. Style guide penerjemahan adalah panduan yang berisi aturan, preferensi, dan standar untuk proses menerjemahkan suatu konten atau dokumen. Panduan tersebut dapat mengatur pilihan istilah, tingkat formalitas, tone of voice, kapitalisasi, format angka, penulisan tanggal, hingga penggunaan nama produk.

American Translators Association (ATA) menjelaskan bahwa style guide membantu penerjemah memahami tujuan terjemahan, target pembaca, target pasar, serta preferensi gaya dan tone. Dengan begitu, penerjemah memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum mulai mengerjakan proyek. Selain itu, panduan gaya tidak harus selalu panjang. Untuk proyek sederhana, perusahaan dapat membuat aturan singkat yang hanya mencakup hal-hal penting. Sebaliknya, proyek besar membutuhkan panduan yang lebih detail agar seluruh penerjemah memiliki acuan yang sama.

Mengapa Style Guide Penting dalam Penerjemahan?

Setelah memahami pengertiannya, lalu mengapa style guide penerjemahan begitu penting? Salah satu alasannya adalah kebutuhan untuk menjaga konsistensi ketika proyek terus berkembang. Misalnya, sebuah perusahaan menerjemahkan puluhan dokumen ke Bahasa Inggris. Penerjemah pertama menggunakan istilah tertentu, sedangkan penerjemah kedua memilih istilah lain untuk konsep yang sama. Tanpa panduan, perbedaan tersebut dapat muncul berulang kali.

Baca Juga:  Terjemahan Bahasa Indonesia

Dengan adanya panduan gaya penerjemahan, perusahaan dapat menentukan istilah, tone, dan format sejak awal. Kemudian, penerjemah dan reviewer dapat mengikuti aturan tersebut selama proses berlangsung.

Beberapa manfaat utamanya meliputi:

  • Menjaga konsistensi istilah.
  • Membantu menentukan gaya bahasa.
  • Menyesuaikan tone dengan target pembaca.
  • Mengurangi perbedaan hasil antar penerjemah.
  • Mempermudah proses proofreading.
  • Mempercepat proses revisi.
  • Menjaga identitas brand.
  • Membantu meningkatkan konsistensi kualitas terjemahan.

Dengan demikian, style guide bukan hanya membantu penerjemah, tetapi juga memudahkan perusahaan melakukan review terhadap hasil pekerjaan.

Apa Saja Isi Style Guide Penerjemahan?

Setiap proyek memiliki kebutuhan berbeda. Oleh sebab itu, isi style guide dalam penerjemahan sebaiknya mengikuti jenis konten, target pembaca, bahasa tujuan, dan kebutuhan klien.

Beberapa elemen yang umum digunakan antara lain:

Elemen Hal yang Diatur
Terminologi Istilah khusus dan padanan yang digunakan
Tone of voice Formal, profesional, persuasif, atau santai
Target pembaca Konsumen, akademisi, profesional, atau mitra bisnis
Kapitalisasi Penulisan judul, nama, dan istilah
Angka dan tanggal Format angka, tanggal, serta mata uang
Singkatan Istilah yang boleh atau tidak boleh disingkat
Nama produk Dipertahankan atau diterjemahkan
Format Heading, tabel, bullet point, dan paragraf
Gaya kalimat Natural, ringkas, formal, atau deskriptif

Selain itu, perusahaan dapat menambahkan contoh kalimat agar penerjemah lebih mudah memahami aturan. Cara ini cukup membantu ketika proyek menggunakan tone tertentu atau memiliki istilah yang sangat spesifik.

Konsistensi Terminologi dalam Style Guide

Salah satu bagian terpenting dalam style guide penerjemahan adalah aturan terminologi. Hal ini terutama berlaku pada dokumen teknis, hukum, bisnis, keuangan, dan bidang industri tertentu.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan menetapkan istilah shareholder sebagai “pemegang saham”. Penerjemah kemudian menggunakan istilah tersebut secara konsisten di seluruh dokumen. Dengan cara itu, pembaca tidak perlu menebak apakah istilah berbeda merujuk pada konsep yang sama. Karena itu, perusahaan dapat membuat glossary penerjemahan sebagai bagian dari panduan. Misalnya:

  • Shareholder → pemegang saham
  • Agreement → perjanjian
  • Financial statement → laporan keuangan
  • Company profile → profil perusahaan

Selain menjaga konsistensi, glossary juga membantu penerjemah bekerja lebih cepat. Ketika istilah yang sama muncul kembali, penerjemah dapat langsung mengikuti padanan yang sudah disepakati.

Style Guide untuk Dokumen Perusahaan

Dokumen perusahaan sering menggunakan istilah khusus, nama jabatan, dan format tertentu. Karena itu, style guide penerjemahan dapat membantu perusahaan menjaga standar bahasa di berbagai dokumen.

Beberapa dokumen yang dapat menggunakan panduan tersebut antara lain:

  • Dokumen bisnis
  • Company profile
  • Dokumen perjanjian
  • Surat kuasa
  • Dokumen pajak
  • Laporan keuangan
  • Manual book
  • Dokumen teknik
  • Dokumen pertambangan
  • Dokumen hukum
  • MOU
Baca Juga:  Jasa Penerjemah Dokumen Bisnis & Niaga Tersumpah

Misalnya, perusahaan sudah memiliki istilah resmi untuk nama departemen atau jabatan. Tim penerjemah kemudian dapat mengikuti istilah tersebut pada setiap dokumen. Untuk kebutuhan tersebut, Anda dapat menggunakan jasa penerjemah dokumen sesuai jenis dokumen dan bahasa yang dibutuhkan.

Style Guide untuk Dokumen Pribadi dan Akademis

Selain dokumen perusahaan, dokumen pribadi dan akademis juga membutuhkan ketelitian. Bedanya, fokus utamanya sering kali terletak pada akurasi informasi dan kesesuaian format.

Contohnya meliputi:

  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Ijazah
  • Raport
  • Akta kelahiran
  • Akta kematian
  • Paspor
  • Buku nikah
  • Dokumen beasiswa
  • Dokumen akademis
  • Jurnal ilmiah
  • Piagam atau sertifikat penghargaan

Dalam dokumen tersebut, penerjemah perlu memperhatikan nama, tanggal, nomor dokumen, nama institusi, serta jabatan. Selain itu, pihak penerima mungkin memiliki persyaratan khusus mengenai format atau jenis terjemahan.

Solusi Penerjemah menyediakan layanan penerjemahan untuk berbagai dokumen pribadi dan akademis, termasuk penerjemah KTP, ijazah, paspor, KK, akta kelahiran, buku nikah, serta dokumen akademis.

Bagaimana Style Guide Membantu Proofreading?

Setelah penerjemah menyelesaikan dokumen, reviewer perlu memeriksa kembali hasilnya. Pada tahap ini, style guide penerjemahan dapat berfungsi sebagai checklist. Reviewer dapat mencocokkan hasil terjemahan dengan aturan yang sudah ditetapkan. Dengan begitu, proses proofreading terjemahan tidak hanya berfokus pada typo atau tata bahasa.

Beberapa hal yang dapat diperiksa yaitu:

  1. Apakah istilah utama sudah konsisten?
  2. Apakah tone sesuai dengan target pembaca?
  3. Apakah nama produk dan brand mengikuti aturan?
  4. Apakah angka, tanggal, dan mata uang sudah konsisten?
  5. Apakah kapitalisasi dan tanda baca sudah sesuai?
  6. Apakah format heading, tabel, dan bullet point sudah benar?

Selain itu, reviewer dapat menggunakan glossary untuk memeriksa istilah khusus. Hasilnya, proses revisi menjadi lebih terarah dan tidak hanya bergantung pada preferensi pribadi reviewer.

Perbedaan Style Guide, Glossary, dan Translation Memory

Style guide, glossary, dan translation memory sama-sama membantu pekerjaan penerjemahan. Namun, ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Style guide mengatur cara penerjemah menulis dan menyusun hasil terjemahan. Sementara itu, glossary berisi istilah serta padanan yang sudah disepakati. Adapun translation memory menyimpan segmen terjemahan sebelumnya agar penerjemah dapat menggunakannya kembali ketika menemukan konteks serupa.

Karena memiliki fungsi berbeda, perusahaan dapat menggunakan ketiganya secara bersamaan. Misalnya, style guide menentukan tone formal, glossary menentukan istilah produk, sedangkan translation memory menyimpan terjemahan dokumen sebelumnya. Dengan kombinasi tersebut, penerjemah memiliki referensi yang lebih lengkap selama mengerjakan proyek.

Bagaimana Cara Membuat Style Guide?

Membuat style guide penerjemahan tidak harus rumit. Untuk proyek sederhana, perusahaan dapat membuat panduan singkat selama aturan utamanya sudah jelas.

Baca Juga:  Kesalahan Umum dalam Penerjemahan Dokumen

Berikut langkah yang dapat dilakukan:

  1. Tentukan tujuan penerjemahan.
  2. Identifikasi target pembaca.
  3. Tentukan bahasa sumber dan bahasa target.
  4. Tentukan tone of voice.
  5. Buat daftar istilah utama.
  6. Atur format angka dan tanggal.
  7. Tentukan penggunaan singkatan.
  8. Atur kapitalisasi dan tanda baca.
  9. Tentukan penulisan nama produk atau brand.
  10. Tambahkan contoh jika diperlukan.

Setelah itu, tim dapat memperbarui style guide ketika menemukan istilah atau aturan baru. Dengan demikian, panduan tetap relevan ketika proyek penerjemahan berkembang.

Apakah Semua Penerjemahan Membutuhkan Style Guide?

Tidak semua proyek membutuhkan style guide dalam penerjemahan yang panjang. Dokumen pendek dengan bahasa umum mungkin cukup menggunakan beberapa instruksi dasar. Namun, kebutuhan tersebut menjadi lebih penting ketika proyek melibatkan banyak halaman, beberapa penerjemah, banyak dokumen, atau istilah khusus. Dalam kondisi tersebut, panduan dapat membantu semua pihak menggunakan standar yang sama.

Selain itu, standar layanan penerjemahan juga perlu diperhatikan. ISO 17100:2015 membahas persyaratan proses dan sumber daya untuk penyediaan layanan penerjemahan yang memenuhi spesifikasi tertentu. Karena itu, style guide dapat menjadi salah satu alat pendukung dalam proses kerja, meskipun bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas terjemahan.

Gunakan Jasa Penerjemah dengan Acuan yang Jelas

Pada akhirnya, style guide penerjemahan membantu menyatukan kebutuhan klien, penerjemah, dan reviewer. Dengan aturan mengenai istilah, tone, format, serta target pembaca yang jelas, proses penerjemahan dapat berjalan lebih konsisten. Jika membutuhkan jasa penerjemah untuk kebutuhan perusahaan maupun dokumen pribadi, Solusi Penerjemah menyediakan berbagai layanan penerjemahan. Layanannya mencakup dokumen bisnis, hukum, teknik, company profile, laporan keuangan, manual book, dokumen pertambangan, surat kuasa, perjanjian, MOU, hingga dokumen pribadi.

Selain itu, Solusi Penerjemah menyediakan penerjemah berbagai bahasa, seperti Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Prancis, Arab, Belanda, Rusia, Vietnam, Thailand, dan Spanyol. Untuk kebutuhan administratif tertentu, tersedia pula jasa Apostille Kemenkumham, legalisasi notaris, dan layanan legalisasi dokumen. Sebelum menggunakan jasa penerjemah, sampaikan jenis dokumen, bahasa yang dibutuhkan, tujuan penggunaan, serta persyaratan khusus dari pihak penerima. Dengan informasi tersebut, penerjemah dapat menyesuaikan proses kerja dengan kebutuhan dokumen.

FAQ

Apa itu style guide penerjemahan?

Style guide penerjemahan adalah panduan yang mengatur istilah, gaya bahasa, tone, format, dan aturan penulisan dalam proyek terjemahan.

Apa manfaat style guide dalam penerjemahan?

Style guide membantu menjaga konsistensi istilah, gaya bahasa, format, dan tone pada hasil terjemahan.

Apakah style guide sama dengan glossary?

Tidak. Style guide mengatur penerjemahan secara lebih luas, sedangkan glossary berfokus pada istilah dan padanannya.

Apakah dokumen hukum membutuhkan style guide?

Dapat dibutuhkan, terutama jika dokumen memiliki banyak istilah hukum atau diterjemahkan secara berulang.

Apakah jasa penerjemah bisa menggunakan style guide dari klien?

Bisa. Style guide dari klien dapat menjadi acuan agar hasil terjemahan sesuai kebutuhan proyek.

Rate this post