Kesalahan Umum dalam Penerjemahan Dokumen

kesalahan penerjemahan dokumen

Pernah menerima hasil terjemahan dokumen yang secara bahasa terlihat benar, tetapi ternyata ada nama, angka, atau istilah yang berbeda dari dokumen asli? Kesalahan penerjemahan dokumen seperti ini mungkin terlihat kecil, tetapi dapat menimbulkan masalah ketika dokumen digunakan untuk keperluan resmi, bisnis, akademis, hingga administrasi luar negeri.

Penerjemahan dokumen tidak sekadar mengganti kata dari bahasa Indonesia ke bahasa asing. Nama, tanggal, nomor dokumen, istilah teknis, struktur kalimat, hingga format informasi perlu diperiksa dengan teliti. Lalu, apa saja kesalahan penerjemahan dokumen yang paling sering terjadi dan bagaimana cara menghindarinya? Simak penjelasannya berikut.

Apa Itu Kesalahan Penerjemahan Dokumen?

Sebelum membahas jenis kesalahannya, penting memahami bahwa dokumen memiliki kebutuhan penerjemahan yang berbeda dari teks biasa. Isi dokumen sering kali berkaitan dengan informasi identitas, ketentuan hukum, data perusahaan, atau informasi akademis yang harus tetap konsisten.

Kesalahan penerjemahan dokumen adalah kekeliruan ketika mengalihkan isi, istilah, informasi, atau format dari dokumen sumber ke bahasa tujuan sehingga maknanya berubah, tidak akurat, atau tidak sesuai dengan kebutuhan penggunaan. Kesalahan tersebut dapat terjadi karena penerjemah salah memahami konteks, menggunakan istilah yang tidak tepat, atau kurang melakukan pengecekan terhadap dokumen sumber.

10 Kesalahan Penerjemahan Dokumen yang Sering Terjadi

Setiap jenis dokumen mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, kesalahan translate dokumen juga dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari masalah bahasa hingga detail administratif.

Berikut beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan.

1. Salah Menerjemahkan Nama dan Identitas

Nama merupakan salah satu bagian yang sangat sensitif dalam penerjemahan dokumen. Kesalahan satu huruf saja dapat menyebabkan ketidaksesuaian dengan dokumen identitas lainnya.

Misalnya, nama dalam ijazah diterjemahkan atau ditulis berbeda dengan paspor. Hal serupa dapat terjadi pada nama perusahaan, alamat, tempat lahir, maupun nama pejabat yang tercantum dalam dokumen. Karena itu, informasi identitas sebaiknya diperiksa kembali dengan dokumen pendukung sebelum hasil penerjemahan dokumen digunakan.

Baca Juga:  Jasa Penerjemah Laporan Keuangan Tersumpah

2. Salah Menerjemahkan Angka, Tanggal, dan Nomor Dokumen

Kesalahan penerjemahan dokumen juga dapat terjadi pada bagian yang sebenarnya tidak perlu diterjemahkan, tetapi harus ditampilkan secara akurat.

Contohnya adalah:

  • Nomor dokumen
  • Nomor perkara
  • Nomor sertifikat
  • Tanggal penerbitan
  • Jumlah uang
  • Persentase
  • Tahun
  • Nomor identitas

Kesalahan satu angka dapat mengubah informasi penting. Oleh sebab itu, angka dan data administratif perlu dibandingkan kembali dengan dokumen asli.

3. Menggunakan Istilah yang Tidak Sesuai Konteks

Satu kata dalam bahasa tertentu dapat mempunyai beberapa arti. Jika penerjemah hanya menerjemahkan secara harfiah tanpa melihat konteks, hasilnya bisa terdengar benar secara tata bahasa tetapi salah secara makna.

Hal ini cukup penting dalam dokumen hukum, bisnis, teknik, dan keuangan. Istilah yang digunakan harus disesuaikan dengan bidang dokumen agar pembaca memperoleh makna yang tepat.

4. Menerjemahkan Istilah Khusus Secara Harfiah

Tidak semua istilah dapat diterjemahkan kata demi kata. Beberapa istilah mempunyai padanan khusus yang lazim digunakan dalam bidang tertentu. Contohnya dapat ditemukan pada dokumen hukum, laporan keuangan, manual book, kontrak, atau dokumen pertambangan. Penerjemah perlu memahami konteks dan terminologi bidang tersebut agar terjemahan dokumen resmi tetap akurat.

5. Mengubah Makna Kalimat dalam Dokumen Hukum

Dokumen hukum membutuhkan perhatian lebih karena perubahan kecil dalam kalimat dapat memengaruhi interpretasi isi dokumen. Kesalahan dapat muncul ketika penerjemah menghilangkan kata tertentu, mengubah struktur kalimat, atau memilih istilah hukum yang tidak sesuai. Karena itu, penerjemahan dokumen legal sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan istilah dan konteks hukum yang digunakan.

6. Mengabaikan Format Dokumen Asli

Penerjemahan bukan hanya mengenai isi teks. Format juga dapat menjadi bagian penting dari dokumen.

Misalnya, hasil terjemahan dapat mempunyai:

  • Judul yang berbeda penempatannya
  • Tabel yang tidak rapi
  • Nomor halaman yang berubah
  • Kolom yang tertukar
  • Cap atau keterangan yang tidak ditampilkan dengan tepat
  • Susunan informasi yang membingungkan

Untuk dokumen resmi, hasil terjemahan perlu diperiksa agar informasi tetap mudah dibandingkan dengan dokumen sumber.

7. Tidak Memeriksa Singkatan dan Akronim

Singkatan sering digunakan dalam dokumen perusahaan, hukum, pendidikan, pemerintahan, hingga teknik. Kesalahan dapat terjadi ketika singkatan diterjemahkan tanpa mengetahui kepanjangan atau konteks penggunaannya. Tidak semua singkatan harus diterjemahkan. Sebagian mungkin perlu dipertahankan, sedangkan sebagian lainnya perlu dijelaskan menggunakan istilah bahasa tujuan.

8. Menggunakan Istilah yang Tidak Konsisten

Konsistensi merupakan bagian penting dari kualitas penerjemahan dokumen. Satu istilah sebaiknya tidak diterjemahkan menjadi beberapa istilah berbeda apabila merujuk pada hal yang sama.

Sebagai contoh, istilah tertentu dalam kontrak yang diterjemahkan menjadi tiga padanan berbeda dapat membuat pembaca mempertanyakan apakah ketiganya mempunyai arti yang berbeda. Karena itu, penerjemah perlu menjaga konsistensi istilah dari awal sampai akhir dokumen.

Baca Juga:  Terjemahan Bahasa Indonesia

9. Tidak Menyesuaikan Bahasa dengan Tujuan Dokumen

Dokumen untuk kebutuhan pribadi tentu dapat memiliki gaya bahasa berbeda dengan dokumen bisnis atau dokumen hukum. Kesalahan dapat terjadi ketika gaya bahasa tidak disesuaikan dengan tujuan penggunaannya. Dokumen akademis, misalnya, membutuhkan bahasa yang formal dan terminologi akademis. Sementara itu, manual book membutuhkan bahasa instruksional yang jelas dan mudah diikuti.

10. Tidak Melakukan Proofreading Setelah Terjemahan

Salah satu kesalahan dalam menerjemahkan dokumen adalah menganggap pekerjaan selesai setelah seluruh teks diterjemahkan. Padahal, proofreading diperlukan untuk memeriksa kembali ejaan, angka, nama, istilah, format, konsistensi, dan kesesuaian dengan dokumen sumber. Tahap ini dapat membantu menemukan kesalahan yang terlewat selama proses penerjemahan.

Jenis Dokumen yang Membutuhkan Ketelitian Tinggi

Setiap dokumen membutuhkan ketelitian, tetapi tingkat perhatian yang diperlukan dapat berbeda berdasarkan tujuan penggunaannya. Beberapa dokumen bahkan berkaitan langsung dengan proses hukum, administrasi, pendidikan, atau bisnis.

Berikut contohnya:

Jenis Dokumen Hal yang Perlu Diperhatikan
Dokumen hukum Istilah hukum, nama pihak, pasal, nomor perkara
Dokumen perusahaan Nama perusahaan, istilah bisnis, data keuangan
Ijazah Nama, gelar, institusi, nilai, program studi
Akta kelahiran Identitas, tanggal, tempat lahir
Paspor/KTP Nama, nomor identitas, tanggal lahir
Laporan keuangan Angka, mata uang, istilah akuntansi
Manual book Istilah teknis dan instruksi
Dokumen perjanjian Klausul, istilah hukum, identitas para pihak
Dokumen akademis Terminologi akademik, nama institusi, gelar
Dokumen pertambangan Istilah teknis dan spesifikasi

Karena karakteristiknya berbeda, penggunaan jasa penerjemah dokumen sebaiknya disesuaikan dengan jenis dokumen dan tujuan penerjemahannya.

Mengapa Kesalahan Penerjemahan Dokumen Bisa Menjadi Masalah?

Kesalahan kecil dalam dokumen dapat mempunyai dampak yang berbeda tergantung pada penggunaannya. Terjemahan untuk kebutuhan informal mungkin masih dapat diperbaiki dengan mudah, tetapi dokumen yang sudah diserahkan kepada instansi tertentu dapat membutuhkan proses revisi kembali.

Dalam dokumen perusahaan, misalnya, kesalahan istilah dapat menyebabkan informasi bisnis dipahami secara berbeda. Pada dokumen pribadi, perbedaan nama atau tanggal dapat membuat dokumen tidak sesuai dengan identitas lain. Untuk kebutuhan internasional, masalah juga dapat muncul ketika pihak penerima mempunyai persyaratan tertentu mengenai bahasa, format, atau jenis terjemahan yang diterima.

Bagaimana Cara Menghindari Kesalahan Penerjemahan Dokumen?

Menghindari kesalahan dapat dimulai sejak dokumen akan diterjemahkan. Tidak hanya penerjemah yang perlu teliti, pemilik dokumen juga perlu memastikan informasi sumber sudah jelas dan lengkap.

Pastikan Dokumen Asli Terbaca

Dokumen dengan kualitas buruk dapat meningkatkan risiko salah membaca nama, angka, cap, atau informasi lainnya. Pastikan file atau salinan yang diberikan kepada penerjemah dapat dibaca dengan jelas.

Tentukan Bahasa Tujuan dengan Benar

Jangan langsung berasumsi bahwa semua dokumen untuk luar negeri harus diterjemahkan ke bahasa Inggris. Bahasa tujuan harus mengikuti kebutuhan pihak atau instansi yang menerima dokumen. Solusi Penerjemah menyediakan layanan penerjemah bahasa asing, termasuk bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Prancis, Arab, Belanda, Rusia, Vietnam, Thailand, Spanyol, dan Taiwan.

Baca Juga:  Jasa Penerjemah Dokumen Bisnis & Niaga Tersumpah

Jelaskan Tujuan Penggunaan Dokumen

Sampaikan apakah dokumen akan digunakan untuk visa, studi, pekerjaan, bisnis, pernikahan, imigrasi, atau kebutuhan lainnya. Informasi tersebut dapat membantu menentukan pendekatan penerjemahan dokumen yang sesuai.

Periksa Kembali Nama dan Angka

Sebelum hasil terjemahan digunakan, cocokkan nama, tanggal, nomor dokumen, alamat, dan angka dengan dokumen sumber. Bagian tersebut merupakan informasi yang sebaiknya tidak mengalami perubahan.

Pertimbangkan Kebutuhan Penerjemah Tersumpah

Untuk dokumen resmi tertentu, pihak penerima dapat meminta terjemahan dari penerjemah tersumpah atau jenis terjemahan resmi tertentu. Persyaratannya dapat berbeda berdasarkan negara dan instansi tujuan. Karena itu, periksa terlebih dahulu jenis terjemahan yang diterima sebelum memesan jasa penerjemah.

Layanan Penerjemahan Dokumen Solusi Penerjemah

Setelah memahami berbagai kesalahan penerjemahan dokumen, tahap berikutnya adalah memilih layanan yang sesuai dengan jenis dokumen. Solusi Penerjemah menyediakan layanan penerjemahan untuk berbagai kebutuhan pribadi maupun perusahaan.

Penerjemahan Dokumen Perusahaan

Untuk kebutuhan bisnis, tersedia layanan seperti penerjemah dokumen teknik, dokumen bisnis, surat kuasa, company profile, dokumen pajak, dokumen pertambangan, dokumen hukum, MOU, manual book, hingga laporan keuangan. Layanan ini dapat digunakan ketika perusahaan perlu menerjemahkan dokumen untuk mitra, klien, kegiatan bisnis internasional, atau kebutuhan administratif lainnya.

Penerjemahan Dokumen Pribadi

Solusi Penerjemah juga menyediakan layanan penerjemahan dokumen pribadi, termasuk KTP, KK, ijazah, paspor, akta kelahiran, akta kematian, akta notaris, dokumen beasiswa, dokumen akademis, rapor, buku nikah, piagam, sertifikat penghargaan, SKBM, dan jurnal ilmiah. Pemilihan layanan dapat disesuaikan dengan dokumen yang ingin diterjemahkan dan tujuan penggunaannya.

Penerjemahan Berdasarkan Bahasa

Jika kebutuhan Anda ditentukan oleh bahasa tujuan, tersedia layanan penerjemah bahasa asing seperti bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Prancis, Arab, Belanda, Rusia, Vietnam, Thailand, Spanyol, dan Taiwan. Dengan menentukan bahasa serta jenis dokumen sejak awal, proses penerjemahan dapat diarahkan lebih sesuai dengan kebutuhan.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Penerjemah Dokumen?

Menggunakan jasa penerjemah dokumen dapat dipertimbangkan ketika dokumen mempunyai informasi penting, menggunakan terminologi khusus, atau akan diserahkan kepada pihak resmi.

Beberapa situasi yang dapat membutuhkan bantuan profesional antara lain:

  • Dokumen untuk keperluan visa
  • Dokumen untuk studi di luar negeri
  • Dokumen perusahaan
  • Kontrak dan perjanjian
  • Dokumen hukum
  • Dokumen akademis
  • Dokumen keuangan
  • Dokumen teknis
  • Dokumen imigrasi
  • Dokumen pribadi untuk administrasi internasional

Terutama jika dokumen memiliki banyak istilah khusus, penerjemahan profesional dapat membantu menjaga konsistensi bahasa dan informasi.

Hindari Kesalahan Penerjemahan Dokumen dengan Solusi Penerjemah

Kesalahan penerjemahan dokumen dapat muncul dari hal yang tampak sederhana, seperti salah menulis nama dan angka, hingga persoalan yang lebih kompleks seperti istilah hukum, teknis, atau format dokumen. Karena itu, penerjemahan dokumen resmi membutuhkan ketelitian sejak pemeriksaan dokumen sumber hingga proofreading hasil akhir.

Jika Anda membutuhkan jasa penerjemah dokumen untuk kebutuhan pribadi, perusahaan, akademis, atau administrasi internasional, Solusi Penerjemah menyediakan layanan penerjemahan berbagai jenis dokumen dan bahasa. Kebutuhan legalisasi dokumen juga dapat disesuaikan dengan layanan yang tersedia, seperti legalisasi notaris, legalisasi foto, biro jasa legalisasi dokumen, dan jasa Apostille Kemenkumham.

Solusi Penerjemah dapat membantu menyesuaikan layanan dengan jenis dokumen dan kebutuhan penggunaannya. Untuk informasi lebih lanjut, Anda juga dapat menghubungi WhatsApp +628999045858.

FAQ

Apa kesalahan penerjemahan dokumen yang paling sering terjadi?

Kesalahan nama, angka, tanggal, istilah, format, dan inkonsistensi terjemahan termasuk yang sering terjadi.

Apakah semua dokumen harus diterjemahkan?

Tidak. Kebutuhan penerjemahan bergantung pada bahasa dan persyaratan pihak yang menerima dokumen.

Apakah dokumen resmi harus diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah?

Tergantung persyaratan instansi atau negara tujuan yang menerima dokumen.

Mengapa proofreading penting dalam penerjemahan dokumen?

Proofreading membantu menemukan kesalahan nama, angka, istilah, ejaan, dan format sebelum dokumen digunakan.

Apakah Solusi Penerjemah menyediakan jasa penerjemahan dokumen?

Ya. Solusi Penerjemah menyediakan layanan penerjemahan dokumen pribadi, perusahaan, akademis, hukum, teknis, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Rate this post