Akta cerai menjadi dokumen penting bagi seseorang yang pernah menikah dan kemudian perlu membuktikan bahwa perkawinan sebelumnya telah berakhir secara sah. Ketika dokumen tersebut akan digunakan di luar negeri, prosesnya sering kali tidak berhenti pada membawa akta cerai asli.
Negara atau instansi tujuan dapat meminta terjemahan akta cerai, Apostille, atau bahkan keduanya. Kebutuhan ini cukup umum ketika seseorang akan menikah kembali di luar negeri, mengajukan visa pasangan, mengurus izin tinggal, atau melakukan administrasi keluarga dan imigrasi.
Lalu, apakah akta cerai untuk digunakan di luar negeri harus diterjemahkan dan diapostille? Jawabannya bergantung pada negara tujuan serta lembaga yang meminta dokumen. Karena fungsi terjemahan dan Apostille berbeda, sebaiknya pahami keduanya sebelum mulai mengurus dokumen.
Table of Contents
ToggleKapan Akta Cerai Dibutuhkan di Luar Negeri?
Akta cerai digunakan sebagai bukti bahwa perkawinan sebelumnya telah berakhir secara resmi. Dokumen ini dapat diminta dalam berbagai situasi, misalnya:
- Menikah kembali di luar negeri
- Mengurus spouse visa atau family visa
- Mengajukan izin tinggal bersama pasangan
- Administrasi kewarganegaraan
- Pencatatan status perkawinan
- Pengurusan dokumen keluarga
- Proses imigrasi
- Keperluan hukum tertentu
Misalnya, seorang WNI yang sebelumnya pernah menikah kemudian akan menikah dengan warga negara asing. Otoritas pencatatan perkawinan di negara tujuan kemungkinan akan meminta bukti bahwa perkawinan sebelumnya sudah berakhir. Dalam kondisi seperti ini, akta cerai dapat menjadi salah satu dokumen utama.
Apakah Akta Cerai Harus Diterjemahkan?
Jika akta cerai masih menggunakan bahasa Indonesia sementara lembaga tujuan hanya menerima dokumen dalam bahasa lain, penerjemahan dapat diperlukan. Bahasa yang digunakan mengikuti negara atau pihak yang menerima dokumen. Misalnya:
- Bahasa Inggris
- Bahasa Jerman
- Bahasa Prancis
- Bahasa Belanda
- Bahasa Jepang
- Bahasa Korea
- Bahasa negara tujuan lainnya
Jangan otomatis menerjemahkan akta cerai ke bahasa Inggris hanya karena dokumen akan digunakan di luar negeri. Pastikan terlebih dahulu bahasa yang diterima oleh lembaga tujuan. Jika membutuhkan penerjemahan dokumen resmi, Anda dapat menggunakan jasa penerjemah dokumen untuk membantu menerjemahkan akta dan berbagai dokumen administratif lainnya.
Apakah Harus Menggunakan Penerjemah Tersumpah?
Untuk dokumen hukum seperti akta cerai, lembaga luar negeri dapat meminta terjemahan resmi. Istilah yang digunakan berbeda-beda, antara lain:
- Sworn translation
- Certified translation
- Official translation
- Authorized translation
Jika negara tujuan menerima hasil penerjemah tersumpah Indonesia, menggunakan penerjemah resmi dapat membantu memastikan format serta informasi pada dokumen diterjemahkan dengan tepat. Untuk kebutuhan Indonesia-Inggris, misalnya, tersedia jasa penerjemah bahasa Inggris tersumpah. Namun, tetap periksa ketentuannya. Beberapa negara atau instansi mungkin mensyaratkan penerjemah yang terdaftar dalam sistem mereka sendiri. Karena itu, jangan menerjemahkan dokumen terlebih dahulu sebelum mengetahui standar penerjemah yang diterima.
Bagian Akta Cerai yang Perlu Diterjemahkan dengan Akurat
Akta cerai bukan dokumen yang sebaiknya diterjemahkan secara bebas. Beberapa informasi penting harus tetap konsisten dengan dokumen asli, seperti:
- Nama kedua pihak
- Nomor perkara
- Nomor akta cerai
- Nama pengadilan
- Tanggal putusan
- Tanggal terbit akta cerai
- Status perceraian
- Nama dan jabatan pejabat
- Informasi lain pada dokumen
Penulisan nama juga perlu diperhatikan. Jika nama pada akta cerai berbeda dengan paspor, KTP, akta kelahiran, atau dokumen lain, identifikasi terlebih dahulu penyebab perbedaannya sebelum dokumen digunakan untuk administrasi luar negeri.
Apakah Akta Cerai Bisa Diapostille?
Akta cerai dapat menjadi bagian dari dokumen yang digunakan dalam proses Apostille, tetapi terdapat prosedur yang perlu diperhatikan. Khusus akta cerai yang diterbitkan Pengadilan Agama, FAQ resmi Apostille AHU menyebut dokumen tersebut perlu terlebih dahulu dilegalisasi oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama sebelum proses Apostille.
Karena itu, jangan langsung mengunggah akta cerai ke sistem Apostille tanpa memeriksa jenis pengadilan yang menerbitkan dokumen dan tahapan awal yang dipersyaratkan. Untuk kebutuhan pengurusan dokumen tersebut, Solusi Penerjemah juga memiliki layanan jasa legalisasi akta cerai.
Apa Fungsi Apostille pada Akta Cerai?
Apostille bukan terjemahan. Menurut Ditjen AHU, Apostille merupakan tindakan mengesahkan kesesuaian tanda tangan pejabat, cap atau segel resmi, serta nama, jabatan, dan instansi penerbit dokumen publik melalui proses verifikasi. Artinya Terjemahan membantu lembaga luar negeri memahami isi akta cerai. Sedangkan Apostille berkaitan dengan autentikasi unsur resmi pada dokumen publik.
Karena fungsinya berbeda, memiliki Apostille tidak otomatis berarti dokumen tidak perlu diterjemahkan. Begitu juga sebaliknya, dokumen yang sudah diterjemahkan belum tentu memenuhi kebutuhan autentikasi jika pihak penerima secara khusus meminta Apostille.
Jadi, Perlu Terjemahan atau Apostille?
Ada beberapa kemungkinan.
- Hanya Membutuhkan Terjemahan
Jika pihak penerima hanya meminta bukti perceraian dalam bahasa yang mereka pahami dan tidak meminta Apostille, akta cerai mungkin cukup disertai terjemahan resmi.
- Hanya Membutuhkan Apostille
Jika lembaga tujuan menerima bahasa dokumen asli tetapi meminta autentikasi dokumen, kebutuhan utamanya mungkin Apostille.
- Membutuhkan Apostille dan Terjemahan
Dalam banyak keperluan internasional, pihak penerima dapat meminta bukti keaslian dokumen sekaligus versi yang dapat mereka pahami.
Akta cerai kemudian perlu melalui proses autentikasi dan penerjemahan. Karena kemungkinan prosesnya berbeda, sebaiknya baca juga panduan Apostille atau Terjemahan Dulu? Begini Urutannya.
Apostille Dulu atau Terjemahan Dulu?
Tidak ada satu urutan yang berlaku untuk seluruh negara. Jika lembaga tujuan meminta Apostille terhadap akta cerai asli, biasanya lebih praktis menyelesaikan proses dokumen asli terlebih dahulu. Setelah dokumen mendapatkan Apostille, dokumen dan informasi Apostille dapat diterjemahkan jika diperlukan. Namun, ada pula kondisi ketika pihak tujuan meminta hasil terjemahan dengan bentuk pengesahan tertentu. Karena itu, cek tiga hal sebelum mulai:
- Apakah dokumen asli harus diapostille?
- Bahasa apa yang diterima?
- Apakah hasil terjemahan juga memiliki persyaratan pengesahan?
Dengan memastikan ketiganya, Anda dapat menghindari penerjemahan atau proses legalisasi dua kali.
Cara Mengajukan Apostille Akta Cerai
Setelah dokumen memenuhi persyaratan awal, permohonan Apostille dapat dilakukan secara elektronik melalui layanan AHU. Alurnya adalah:
- Masuk ke layanan AHU Online.
- Pilih layanan Legalisasi Apostille.
- Tentukan negara tujuan.
- Pilih jenis dokumen.
- Isi data dokumen dan pemilik dokumen.
- Isi informasi pejabat yang menandatangani dokumen.
- Unggah dokumen yang diminta.
- Kirim permohonan.
- Tunggu proses verifikasi.
- Setelah disetujui, lakukan pembayaran PNBP.
- Cetak Sertifikat Apostille sesuai prosedur.
Apakah Semua Negara Menerima Apostille?
Tidak. Apostille digunakan untuk negara yang menerapkan Konvensi Apostille terhadap dokumen Indonesia. Sistem AHU menyediakan pilihan negara tujuan dan jenis dokumen untuk membantu mengetahui apakah layanan Apostille tersedia. Jika negara tujuan tidak menggunakan mekanisme tersebut, dokumen dapat membutuhkan prosedur legalisasi berbeda. Karena itu, negara tujuan harus diketahui sejak awal. Jangan melakukan Apostille hanya karena dokumen akan digunakan “di luar negeri”.
Akta Cerai untuk Menikah Lagi di Luar Negeri
Salah satu alasan paling umum membutuhkan akta cerai adalah rencana menikah kembali. Pihak pencatatan perkawinan dapat meminta bukti bahwa calon pengantin sudah tidak memiliki ikatan perkawinan sebelumnya. Selain akta cerai, Anda mungkin juga diminta menyediakan:
- Akta kelahiran
- Kartu Keluarga
- Paspor
- KTP
- Surat keterangan status perkawinan
- Dokumen perubahan nama jika ada
- Dokumen lain sesuai negara tujuan
Apabila beberapa dokumen tersebut masih menggunakan bahasa Indonesia, cek apakah semuanya membutuhkan terjemahan resmi.
Akta Cerai untuk Visa Pasangan
Akta cerai juga dapat menjadi dokumen pendukung saat mengajukan visa berdasarkan hubungan pasangan. Misalnya pemohon sebelumnya pernah menikah dan sekarang mengajukan visa bersama pasangan baru. Pihak imigrasi dapat meminta dokumen yang menunjukkan bahwa hubungan perkawinan sebelumnya telah berakhir secara sah. Ketentuannya berbeda antara Visa Inggris, Kanada, Jerman, Australia, dan negara lainnya. Karena itu, ikuti checklist visa yang sesuai, bukan hanya daftar dokumen dari pengalaman pemohon lain.
Jika sudah mengetahui negara dan tujuan penggunaan dokumen, Solusi Penerjemah dapat membantu kebutuhan penerjemahan dan pengurusan legalisasi akta cerai untuk berbagai administrasi internasional. WhatsApp kami +628999045858
FAQ
Apakah akta cerai harus diterjemahkan untuk digunakan di luar negeri?
Jika pihak penerima tidak menerima bahasa Indonesia, akta cerai dapat perlu diterjemahkan ke bahasa yang dipersyaratkan.
Apakah akta cerai bisa diapostille?
Bisa dalam kondisi yang memenuhi persyaratan. Untuk akta cerai dari Pengadilan Agama, terdapat proses legalisasi awal melalui pejabat Badan Peradilan Agama.
Apakah akta cerai yang sudah Apostille masih perlu diterjemahkan?
Bisa. Apostille dan terjemahan memiliki fungsi berbeda. Jika pihak tujuan tidak menerima bahasa Indonesia, terjemahan tetap dapat diperlukan.
Apostille atau terjemahan akta cerai dulu?
Tergantung persyaratan pihak penerima. Jika yang diminta Apostille pada dokumen asli, proses dokumen asli umumnya perlu diperhatikan terlebih dahulu.
Apakah akta cerai diperlukan untuk menikah kembali di luar negeri?
Dapat diperlukan sebagai bukti bahwa perkawinan sebelumnya telah berakhir secara sah.
Apakah akta cerai diperlukan untuk spouse visa?
Bisa diperlukan apabila pemohon atau pasangan sebelumnya pernah menikah dan pihak imigrasi meminta bukti berakhirnya perkawinan tersebut.
Penulis merupakan bagian dari tim editorial yang berfokus pada penyusunan konten informatif, edukatif, dan relevan berdasarkan perkembangan terbaru di bidang terkait. Setiap artikel disusun melalui proses riset dan peninjauan untuk membantu pembaca memperoleh informasi yang lebih jelas dan mudah dipahami.














