7 Perbedaan Penerjemahan dan Transkripsi

perbedaan penerjemahan dan transkripsi

Pernah mendengarkan rekaman wawancara berbahasa Inggris dan ingin mengubahnya menjadi teks bahasa Indonesia? Atau kamu memiliki dokumen berbahasa asing yang perlu dipahami untuk pekerjaan, pendidikan, maupun administrasi? Kedua kebutuhan tersebut memang berkaitan dengan bahasa, tetapi prosesnya berbeda. Kamu perlu memahami penerjemahan dan transkripsi sebelum menentukan layanan yang tepat.

Memahami perbedaan penerjemahan dan transkripsi akan membantumu memilih jasa sesuai kebutuhan. Transkripsi mengubah ucapan menjadi teks, sedangkan penerjemahan mengalihkan makna dari satu bahasa ke bahasa lain. Keduanya juga bisa saling melengkapi. Yuk, kenali tujuh perbedaannya agar kamu tidak salah memilih layanan!

Apa Itu Penerjemahan dan Transkripsi?

Sebelum membahas perbedaan penerjemahan dan transkripsi, kamu perlu memahami pengertian keduanya. Meskipun sama-sama berkaitan dengan bahasa, penerjemahan dan transkripsi memiliki tujuan serta cara kerja yang berbeda. Penerjemahan merupakan proses mengalihkan pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dengan tetap mempertahankan makna, konteks, dan tujuan komunikasi. Contohnya, menerjemahkan kontrak berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau mengubah ijazah berbahasa Indonesia menjadi dokumen berbahasa Inggris.

Sementara itu, transkripsi merupakan proses mengubah ucapan dalam audio atau video menjadi teks tertulis. Misalnya, kamu dapat mentranskripsikan rekaman rapat, wawancara, seminar, atau podcast agar orang lain lebih mudah membaca isinya. Transkripsi tidak selalu melibatkan dua bahasa. Jika seseorang berbicara dalam bahasa Indonesia dan transkripnya menggunakan bahasa Indonesia, proses tersebut tetap termasuk transkripsi. Namun, ketika kamu mengubah isi rekaman bahasa Inggris menjadi teks bahasa Indonesia, kamu membutuhkan transkripsi sekaligus penerjemahan jika ingin mempertahankan isi ucapan dalam bahasa sasaran.

7 Perbedaan Penerjemahan dan Transkripsi

Setelah memahami pengertian keduanya, sekarang kamu bisa melihat perbedaan penerjemahan dan transkripsi dari tujuh aspek berikut. Setiap aspek akan membantumu menentukan layanan yang sesuai dengan materi dan tujuan penggunaan.

1. Tujuan Pengerjaan

Perbedaan pertama terletak pada tujuan pengerjaan. Penerjemahan membantu pembaca memahami pesan dalam bahasa yang berbeda. Karena itu, penerjemah perlu mempertahankan makna dan konteks, bukan sekadar mengganti kata satu per satu. Contohnya, perusahaan menerjemahkan kontrak berbahasa Mandarin ke bahasa Indonesia agar kedua pihak memahami hak, kewajiban, dan ketentuan kerja sama.

Baca Juga:  Jasa Penerjemah Dokumen Bisnis & Niaga Tersumpah

Sebaliknya, transkripsi membantu seseorang mendokumentasikan percakapan dalam bentuk tulisan. Perusahaan dapat mengubah rekaman rapat menjadi teks agar peserta lebih mudah meninjau hasil diskusi, keputusan, dan pembagian tugas.

2. Bahasa yang Digunakan

Aspek berikutnya berkaitan dengan bahasa yang digunakan dalam proses pengerjaan. Penerjemahan melibatkan bahasa sumber dan bahasa sasaran. Misalnya, penerjemah mengalihkan teks bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau menerjemahkan dokumen bahasa Indonesia ke bahasa Jepang. Kebutuhan ini juga dapat mencakup bahasa Mandarin, Arab, Korea, Jerman, Prancis, dan berbagai bahasa asing lainnya.

Sementara itu, transkripsi umumnya menggunakan bahasa yang sama dengan rekaman. Jika audio berisi percakapan bahasa Indonesia, transkripnya juga menggunakan bahasa Indonesia. Namun, transkriptor tetap dapat menangani rekaman yang memuat beberapa bahasa sekaligus. Jadi, jika kamu hanya ingin mengubah rekaman menjadi tulisan, transkripsi mungkin sudah cukup. Namun, jika pembaca menggunakan bahasa berbeda, kamu juga membutuhkan penerjemahan.

3. Bahan yang Dikerjakan

Perbedaan penerjemahan dan transkripsi juga terlihat dari bahan yang digunakan. Penerjemah dapat mengerjakan berbagai materi tertulis maupun lisan, mulai dari dokumen perusahaan hingga percakapan berbahasa asing.

Contohnya meliputi:

  • Dokumen bisnis dan perusahaan.
  • Dokumen hukum dan perjanjian.
  • Ijazah, akta kelahiran, dan dokumen pribadi.
  • Manual book serta dokumen teknis.
  • Pidato dan percakapan dalam bahasa asing.

Sebaliknya, transkripsi biasanya menggunakan rekaman suara atau video sebagai sumber utama. Contohnya meliputi wawancara, rapat daring, kuliah, podcast, seminar, dan diskusi kelompok. Jika kamu memiliki dokumen tertulis berbahasa asing, kamu bisa mencari jasa penerjemah dokumen. Namun, jika kamu ingin mengubah rekaman menjadi teks, pilih layanan transkripsi sesuai kebutuhanmu.

4. Proses Pengerjaan

Walaupun sama-sama membutuhkan ketelitian, penerjemahan dan transkripsi memiliki proses kerja yang berbeda. Penerjemah perlu memahami materi, memilih padanan kata yang sesuai, mempertahankan konteks, dan menyesuaikan gaya bahasa dengan pembaca sasaran. Misalnya, penerjemah dokumen hukum perlu menjaga konsistensi istilah agar tidak mengubah maksud suatu ketentuan. Setelah menerjemahkan teks, penerjemah dapat memeriksa kembali hasilnya untuk memastikan ketepatan makna dan bahasa.

Sementara itu, transkriptor mendengarkan rekaman, mengenali ucapan, lalu menuliskannya secara akurat. Proses ini juga dapat mencakup penandaan pembicara, penggunaan tanda baca, dan pencatatan waktu sesuai permintaan. Rekaman dengan suara kurang jelas, banyak pembicara, atau istilah teknis membutuhkan perhatian ekstra. Karena itu, transkriptor perlu memeriksa hasil tulisan sambil mencocokkannya dengan rekaman asli.

5. Hasil Akhir yang Diperoleh

Hasil akhir menjadi aspek penting lainnya dalam memahami perbedaan penerjemahan dan transkripsi. Penerjemahan menghasilkan teks dalam bahasa sasaran yang tetap mewakili makna materi asli. Contohnya, penerjemah mengubah dokumen berbahasa Inggris menjadi dokumen berbahasa Indonesia. Untuk keperluan hukum, pendidikan, atau administrasi luar negeri, kamu perlu memeriksa apakah instansi penerima meminta terjemahan tersumpah.

Baca Juga:  Jasa Penerjemah Dokumen Teknik Tersumpah

Sebaliknya, transkripsi menghasilkan teks yang mencatat ucapan dalam rekaman. Kamu dapat meminta transkripsi verbatim yang mempertahankan kata-kata pembicara atau versi yang lebih rapi agar pembaca mudah memahami isinya. Misalnya, transkriptor mengubah wawancara bahasa Indonesia menjadi naskah bahasa Indonesia. Jika kamu kemudian menerjemahkan naskah tersebut ke bahasa Inggris, proses kedua menghasilkan teks terjemahan dari transkrip asli.

6. Keahlian yang Dibutuhkan

Penerjemahan membutuhkan penguasaan bahasa sumber dan bahasa sasaran, pemahaman konteks, serta kemampuan memilih istilah yang tepat. Untuk materi medis, hukum, keuangan, atau teknik, penerjemah juga perlu memahami istilah khusus sesuai bidangnya. Karena itu, saat memilih jasa penerjemah bahasa, pertimbangkan pengalaman dan keahlian penyedia jasa sesuai materi yang ingin kamu terjemahkan.

Di sisi lain, transkripsi membutuhkan kemampuan menyimak, mengenali ucapan, membedakan suara pembicara, dan mencatat informasi secara akurat. Penguasaan bahasa juga penting, terutama ketika rekaman memuat aksen tertentu, singkatan, nama orang, atau istilah teknis. Keduanya sama-sama membutuhkan ketelitian. Namun, penerjemah berfokus pada pemindahan makna antarbahasa, sedangkan transkriptor berfokus pada pencatatan ucapan menjadi tulisan.

7. Penggunaan dan Kebutuhan Layanan

Perbedaan terakhir berkaitan dengan tujuan penggunaan hasilnya. Penerjemahan membantu orang memahami informasi dalam bahasa berbeda dan memenuhi kebutuhan bahasa suatu instansi. Contohnya, perusahaan menerjemahkan kontrak untuk kerja sama internasional, mahasiswa menerjemahkan ijazah untuk mendaftar ke universitas luar negeri, atau seseorang menerjemahkan akta kelahiran untuk keperluan administrasi.

Sementara itu, transkripsi membantu pengguna mendokumentasikan informasi lisan. Mahasiswa dapat mentranskripsikan wawancara penelitian, perusahaan bisa mengubah rekaman rapat menjadi catatan tertulis, dan jurnalis dapat membuat transkrip wawancara. Kamu juga bisa menggunakan kedua layanan secara berurutan. Misalnya, kamu mentranskripsikan wawancara berbahasa Jepang terlebih dahulu, kemudian menerjemahkan hasilnya ke bahasa Indonesia untuk penelitian.

Tabel Perbedaan Penerjemahan dan Transkripsi

Agar lebih mudah membandingkan kedua layanan tersebut, perhatikan ringkasan berikut. Tabel ini merangkum tujuh aspek yang telah dibahas dan bisa kamu gunakan sebagai panduan awal.

Aspek Penerjemahan Transkripsi
Tujuan Mengalihkan makna ke bahasa lain Mengubah ucapan menjadi teks
Bahasa Bahasa sumber dan sasaran Umumnya bahasa dalam rekaman
Bahan Dokumen, teks, atau materi lisan Audio atau video
Proses Memahami konteks dan mengalihkan makna Menyimak dan mencatat ucapan
Hasil Teks dalam bahasa sasaran Teks dari rekaman
Keahlian Penguasaan bahasa dan konteks Ketelitian menyimak dan mencatat
Penggunaan Bisnis, pendidikan, dan administrasi Wawancara, rapat, dan penelitian

Dari tabel tersebut, kamu bisa melihat bahwa penerjemahan dan transkripsi memiliki fungsi berbeda. Pilih layanan berdasarkan materi yang kamu miliki dan hasil akhir yang ingin kamu peroleh.

Baca Juga:  Jasa Penerjemah Bergaransi

Kapan Kamu Membutuhkan Penerjemahan atau Transkripsi?

Setelah memahami perbedaan penerjemahan dan transkripsi, kamu perlu menentukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, kamu bisa menghindari proses tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Jika Kamu Memiliki Dokumen Berbahasa Asing

Jika kamu ingin memahami dokumen tertulis dalam bahasa asing, pilih penerjemahan. Kebutuhan ini mencakup dokumen bisnis, perjanjian, dokumen akademis, hingga dokumen pribadi. Untuk dokumen resmi, tanyakan kepada instansi penerima apakah mereka mensyaratkan terjemahan tersumpah atau ketentuan khusus lainnya. Kamu bisa mempertimbangkan jasa penerjemah dokumen yang sesuai dengan bahasa dan jenis dokumen tersebut.

Jika Kamu Memiliki Rekaman Audio atau Video

Jika kamu ingin mengubah wawancara, rapat, atau rekaman kuliah menjadi tulisan dalam bahasa yang sama, pilih transkripsi. Sebelum memesan layanan, tentukan format hasilnya. Kamu bisa meminta transkripsi verbatim, teks yang sudah dirapikan, penanda waktu, atau identitas pembicara sesuai kebutuhan.

Jika Rekaman Menggunakan Bahasa Asing

Jika kamu memiliki rekaman berbahasa asing dan ingin memperoleh teks dalam bahasa Indonesia, kamu mungkin membutuhkan kedua layanan tersebut. Pertama, transkriptor mengubah ucapan dalam rekaman menjadi teks. Setelah itu, penerjemah mengalihkan isi transkrip ke bahasa Indonesia. Kamu juga bisa mendiskusikan alur kerja yang paling sesuai dengan kualitas rekaman dan kebutuhan akhir.

Butuh Jasa Penerjemah untuk Dokumen atau Bahasa Asing?

Memahami perbedaan penerjemahan dan transkripsi membantumu memilih layanan yang tepat sejak awal. Jika kamu membutuhkan terjemahan dokumen untuk bisnis, pendidikan, hukum, atau administrasi internasional, pastikan penyedia jasa memahami jenis dokumen dan bahasa tujuanmu. Solusi Penerjemah menyediakan layanan penerjemah bahasa asing, termasuk bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, Arab, Jerman, dan bahasa lainnya. Kamu juga bisa menggunakan layanan penerjemah dokumen perusahaan, seperti dokumen bisnis, perjanjian, dokumen hukum, laporan keuangan, dan manual book, serta dokumen pribadi, seperti ijazah, KTP, KK, akta kelahiran, dan paspor.

Untuk kebutuhan dokumen tertentu, Solusi Penerjemah juga menyediakan jasa legalisasi dokumen dan Apostille sesuai persyaratan yang berlaku. Kunjungi website Solusi Penerjemah untuk mengetahui layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu. Hubungi tim Solusi Penerjemah melalui WhatsApp untuk berkonsultasi mengenai jenis dokumen, bahasa tujuan, dan kebutuhan penerjemahanmu.

FAQ tentang Perbedaan Penerjemahan dan Transkripsi

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul agar kamu lebih mudah memahami kedua proses tersebut.

1. Apa perbedaan utama penerjemahan dan transkripsi?

Penerjemahan mengalihkan makna dari satu bahasa ke bahasa lain, sedangkan transkripsi mengubah ucapan dalam audio atau video menjadi teks.

2. Apakah transkripsi harus diterjemahkan?

Tidak. Transkripsi bisa menggunakan bahasa yang sama dengan rekaman. Kamu hanya perlu menerjemahkannya jika membutuhkan bahasa lain.

3. Apakah penerjemahan dan transkripsi bisa dilakukan sekaligus?

Bisa. Kamu dapat mentranskripsikan rekaman terlebih dahulu, kemudian menerjemahkan hasilnya ke bahasa yang dibutuhkan.

4. Apakah dokumen resmi membutuhkan jasa penerjemah tersumpah?

Tergantung persyaratan instansi penerima. Periksa ketentuan mereka sebelum memesan layanan penerjemahan.

5. Kapan saya membutuhkan jasa penerjemah dokumen?

Saat kamu perlu menerjemahkan dokumen berbahasa asing untuk kebutuhan bisnis, pendidikan, hukum, atau administrasi internasional.

Rate this post