Bahasa Mandarin punya struktur, idiom, dan budaya yang cukup berbeda dari bahasa Indonesia. Tanpa pengertian istilah teknis (misalnya domestication, equivalence, atau CAT tools), penerjemah bisa salah memilih strategi terjemahan. Akibatnya, hasil terjemahan terdengar canggung, kehilangan nuansa asli, atau bahkan menimbulkan kesalahpahaman. Padahal dalam dunia profesional, kesalahan kecil pada istilah bisa berdampak besar — terutama untuk dokumen hukum, teknis, maupun materi pemasaran.
Memahami istilah-istilah penting dalam terjemahan bukan cuma soal teori linguistik. Ini tentang membangun fondasi kerja yang rapi dan profesional. Dengan memahami konsep-konsep dasar, kita bisa berdiskusi lebih jelas dengan sesama penerjemah, menjelaskan proses kerja kepada klien, serta menyusun glosarium dan panduan gaya (style guide) yang konsisten. Singkatnya, istilah teknis membantu kita bekerja lebih sistematis, efisien, dan tentu saja lebih percaya diri.
20+ Istilah Terjemahan Mandarin
Sebelum masuk ke daftar istilah, penting untuk dipahami bahwa istilah-istilah berikut bukan sekadar teori yang “bagus untuk diketahui”. Dalam praktik sehari-hari, istilah ini benar-benar digunakan oleh penerjemah profesional, editor, project manager, hingga klien agensi. Jadi kalau kamu ingin serius menekuni terjemahan Mandarin—baik sebagai freelancer, in-house translator, maupun language enthusiast—memahami istilah ini akan sangat membantu.
Di bagian ini, kita akan membahas lebih dari 20 istilah penting dalam terjemahan Mandarin, lengkap dengan penjelasan dan contoh.
1. Teks Sumber (Source Text / ST)
Teks asli yang akan diterjemahkan. Ini adalah titik awal seluruh proses terjemahan. Semua analisis makna, gaya, dan konteks dimulai dari ST.
2. Teks Sasaran (Target Text / TT)
Hasil akhir terjemahan yang ditujukan untuk pembaca di bahasa sasaran. Kualitas TT ditentukan oleh seberapa baik ia menyampaikan makna ST secara akurat dan natural.
3. Equivalence (Kesetaraan: Formal vs Dynamic)
Konsep dasar dalam teori terjemahan yang menjelaskan bagaimana hubungan antara ST dan TT dibangun.
-
Formal equivalence → fokus pada bentuk dan struktur asli.
-
Dynamic equivalence → fokus pada efek dan makna bagi pembaca sasaran.
Contoh: teks hukum cenderung memakai pendekatan formal, sedangkan teks pemasaran lebih mengutamakan dynamic equivalence.
4. Terjemahan Harfiah / Literal (直译 zhí yì)
Pendekatan yang menerjemahkan kata per kata dengan struktur mendekati teks sumber.
Contoh: 他很忙 → Dia sangat sibuk.
Metode ini cocok jika struktur kedua bahasa tidak terlalu berbeda dan maknanya tetap natural.
5. Terjemahan Bebas (意译 yì yì)
Pendekatan yang mengutamakan makna dan fungsi komunikasi, bukan struktur kata.
Contoh: 加油!(Jiāyóu!) → Semangat!
Pendekatan ini sering digunakan untuk idiom, ekspresi budaya, dan teks kreatif.
6. Domestication (归化 guī huà)
Strategi penerjemahan yang menyesuaikan unsur budaya asing agar terasa lebih akrab bagi pembaca bahasa sasaran. Fokusnya adalah kenyamanan pembaca.
Contoh: mengganti satuan ukuran atau referensi budaya yang terlalu spesifik agar lebih mudah dipahami audiens Indonesia.
Pendekatan ini sering dipakai untuk teks populer, artikel blog, atau konten pemasaran.
7. Foreignization (异化 yì huà)
Kebalikan dari domestication. Strategi ini mempertahankan unsur budaya asli agar pembaca tetap merasakan konteks budaya sumber.
Contoh: mempertahankan istilah baozi (包子) alih-alih menerjemahkannya menjadi “roti kukus”, jika konteks budaya ingin tetap ditonjolkan.
Strategi ini sering dipakai dalam teks akademik, sastra, atau terjemahan yang ingin menjaga identitas budaya.
8. Transcreation (创译)
Gabungan antara translation dan creation. Biasanya digunakan dalam bidang periklanan, slogan, dan branding. Fokusnya bukan pada kesetaraan kata, tetapi pada dampak emosional dan daya persuasif.
Contoh: slogan iklan dalam Mandarin mungkin perlu diubah total agar tetap catchy dalam bahasa Indonesia, meskipun struktur aslinya berbeda jauh.
9. Lokalisasi (本地化 běn dì huà)
Proses menyesuaikan produk atau konten agar sesuai dengan pasar lokal. Tidak hanya bahasa, tetapi juga format tanggal, mata uang, sistem satuan, hingga preferensi budaya.
Contoh:
¥100 → Rp 215.000 (disesuaikan kurs dan format penulisan lokal)
2025年3月1日 → 1 Maret 2025
Lokalisasi sangat penting dalam website, aplikasi, dan e-commerce.
10. Hanzi & Pinyin (汉字 & 拼音)
Dua elemen dasar dalam bahasa Mandarin yang perlu dipahami penerjemah:
-
Hanzi (汉字) → karakter Mandarin (terdiri dari Simplified/简体 dan Traditional/繁体).
-
Pinyin (拼音) → sistem romanisasi untuk menunjukkan cara pengucapan.
Contoh:
中国 → Zhōngguó
Memahami perbedaan ini penting untuk memastikan konsistensi aksara serta membantu pembaca yang belum familiar dengan karakter Mandarin.
11. Measure Words / Classifier (量词 liàng cí)
Dalam bahasa Mandarin, benda biasanya membutuhkan kata penggolong (classifier). Ini adalah ciri khas struktur yang tidak selalu ada dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
一只猫 (yì zhī māo) → seekor kucing
一本书 (yì běn shū) → sebuah buku
Saat menerjemahkan ke bahasa Indonesia, classifier sering kali tidak perlu diterjemahkan secara eksplisit, tetapi tetap harus dipahami agar struktur kalimat tidak keliru.
12. Idiom / 成语 (chéngyǔ)
Chengyu adalah idiom khas Mandarin, biasanya terdiri dari empat karakter dan memiliki makna kultural yang dalam.
Contoh:
对牛弹琴 (duì niú tán qín)
Literal: bermain musik untuk sapi
Makna: berbicara kepada orang yang tidak mengerti.
Penerjemah harus fokus pada makna, bukan struktur literalnya. Dalam beberapa kasus, perlu parafrase agar tetap natural dalam bahasa Indonesia.
13. Morfem (语素 yǔ sù)
Morfem adalah unit bahasa terkecil yang memiliki makna. Dalam Mandarin, banyak kata terdiri dari gabungan morfem yang masing-masing membawa arti.
Contoh:
电脑 (diànnǎo)
电 = listrik
脑 = otak
Secara harfiah “otak listrik” → komputer.
Memahami morfem membantu penerjemah menebak makna kata baru atau istilah teknis.
14. Calque (借译)
Calque adalah teknik menerjemahkan struktur atau frasa secara langsung dari bahasa sumber. Teknik ini bisa berhasil, tapi juga berisiko menghasilkan terjemahan yang terdengar kaku.
Contoh hipotetis: menerjemahkan struktur metafora Mandarin secara mentah tanpa penyesuaian konteks budaya.
Karena itu, calque perlu dipakai dengan hati-hati dan tetap mempertimbangkan keluwesan bahasa sasaran.
15. Register & Tone
Register merujuk pada tingkat formalitas bahasa (formal, semiformal, santai), sedangkan tone berkaitan dengan nuansa emosional atau gaya komunikasi.
Contoh:
Anda vs kamu
Kami vs kita
Dalam terjemahan Mandarin–Indonesia, memilih register yang tepat sangat penting, terutama untuk teks bisnis, akademik, atau media sosial. Salah memilih tone bisa membuat terjemahan terasa tidak profesional atau terlalu kaku.
16. Glossary / Glosarium
Daftar istilah khusus dalam suatu proyek beserta terjemahan yang telah disepakati. Glosarium menjaga konsistensi, terutama untuk istilah teknis, nama produk, atau istilah hukum.
Contoh:
用户 → pengguna (bukan “user”)
下载 → unduh (bukan “download”, jika mengikuti gaya bahasa baku)
Dalam proyek besar, glosarium sering disediakan oleh klien atau dibuat bersama tim penerjemah.
17. Translation Memory (TM)
Basis data yang menyimpan pasangan segmen teks sumber dan teks sasaran dari proyek sebelumnya. Jika kalimat serupa muncul lagi, sistem akan menyarankan terjemahan yang pernah dipakai.
Keuntungan:
-
Hemat waktu
-
Konsistensi istilah
-
Mengurangi repetisi kerja
TM sangat berguna dalam dokumen teknis atau proyek jangka panjang.
18. Alignment (Penjajaran / 对齐)
Proses memasangkan teks sumber dan teks sasaran yang sudah diterjemahkan sebelumnya ke dalam TM.
Misalnya, jika kamu punya dokumen Mandarin dan terjemahan Indonesianya dalam dua file terpisah, proses alignment akan mencocokkan kalimat per kalimat agar bisa dimasukkan ke TM.
Ini penting untuk membangun database terjemahan dari nol.
19. CAT Tools (Computer-Assisted Translation)
Perangkat lunak yang membantu penerjemah bekerja lebih efisien. Contohnya: Trados, memoQ, OmegaT.
Fitur umum:
-
Segmentasi otomatis
-
TM (Translation Memory)
-
Glosarium terintegrasi
-
Quality Assurance (QA) check
CAT tools bukan mesin penerjemah otomatis, tetapi alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan konsistensi.
20. Machine Translation (MT)
Terjemahan yang dihasilkan oleh mesin berbasis AI atau neural network. MT bisa membantu menghasilkan draf awal, terutama untuk teks umum.
Namun, kualitasnya sangat tergantung pada konteks dan domain teks.
21. Post-Editing (PEMT – Post-Editing Machine Translation)
Proses mengedit hasil terjemahan mesin agar sesuai standar profesional.
Tugas post-editor biasanya mencakup:
-
Memperbaiki struktur kalimat
-
Menyesuaikan istilah dengan glosarium
-
Memastikan tone dan register sesuai
Dalam banyak proyek modern, MT + post-editing menjadi workflow umum.
22. Editing, Proofreading & QA (Quality Assurance)
Tahap akhir sebelum dokumen dikirim ke klien.
-
Editing → memperbaiki gaya, kelancaran, dan akurasi makna
-
Proofreading → mengecek typo, tanda baca, kesalahan kecil
-
QA → pemeriksaan sistematis (angka, konsistensi istilah, format, kesalahan teknis)
Tahap ini sangat krusial untuk menjaga profesionalisme dan reputasi penerjemah.
Kesimpulan
Memahami istilah-istilah penting dalam terjemahan Mandarin membantu penerjemah bekerja lebih sistematis, akurat, dan profesional—mulai dari memahami konsep dasar seperti Source Text dan Target Text, memilih strategi seperti equivalence, domestication, atau foreignization, hingga memanfaatkan tools seperti CAT tools dan Translation Memory. Dengan kombinasi pemahaman teori, kepekaan budaya, serta proses editing dan quality control yang tepat, terjemahan tidak hanya menjadi akurat secara makna, tetapi juga natural dan sesuai konteks pembaca sasaran.
Jika Anda membutuhkan jasa penerjemah bahasa asing, baik untuk dokumen tertulis maupun kebutuhan lisan (interpretasi), tim Solusi Penerjemah siap membantu.
Kami menyediakan layanan:
- Penerjemahan dokumen Mandarin–Indonesia & bahasa asing lainnya
- Penerjemahan dokumen legal, bisnis, teknis, akademik
- Jasa interpreter (penerjemah lisan) untuk meeting, seminar, dan negosiasi
- Proofreading & editing dokumen terjemahan
- Layanan cepat dengan standar kualitas profesional
Dengan dukungan penerjemah berpengalaman, penggunaan tools profesional, serta proses quality control yang ketat, kami memastikan setiap hasil terjemahan akurat, konsisten, dan sesuai konteks.
Konsultasikan kebutuhan terjemahan Anda sekarang juga. WhatsApp kami: 08999045858
Tim kami siap memberikan solusi terbaik untuk kebutuhan bahasa Anda — cepat, tepat, dan terpercaya.
FAQ Seputar Terjemahan Mandarin
1. Apa bedanya terjemahan literal dan bebas?
Literal menerjemahkan kata per kata, sedangkan bebas mengutamakan makna dan konteks agar hasilnya lebih natural.
2. Bagaimana cara menerjemahkan 成语 (chengyu)?
Fokus pada maknanya, bukan terjemahan harfiahnya. Gunakan padanan idiom Indonesia atau parafrase.
3. Kapan perlu domestication atau foreignization?
Domestication untuk memudahkan pembaca lokal, foreignization untuk mempertahankan nuansa budaya asli.
4. Apakah CAT tools wajib digunakan?
Tidak wajib, tapi sangat membantu untuk menjaga konsistensi dan mempercepat pekerjaan.
5. Apakah Machine Translation cukup untuk dokumen resmi?
Tidak. MT perlu diedit ulang (post-editing) oleh penerjemah profesional agar akurat dan sesuai konteks.














