fbpx

Sworn Translator

Perbedaan Sworn Translator Dengan Yang Hanya Biasa Saja

Sworn Translator – Jika Anda membahas tentang Istilah Sworn Translator mungkin di dalam benak Anda belum begitu familiar. Apa lagi di tengah – tengah masyarakat yang umum ini. Dalam bahasa lain yang di sebut dengan Sworn Translator itu adalah penerjemah tersumpah. Siapa sebenarnya yang disebut dengan penerjemah tersumpah tersebut. Apakah penerjemah tersumpah tersebut memiliki perbedaan dengan penerjemah yang tidak sumpah atau penerjemah yang biasa – biasa saja. nah, semua ini akan kita bahasa pada paparan selanjutnya

Sworn TranslatorJadi, yang di beri nama dengan penerjemah bersumpah atau sworn translator sebenarnya merupakan mereka para penerjemah yang sudah lulus dari ujian. Ujian yang di maksud adalah ujian kualifikasi penerjemah yang model bersumpah. Ujian ini biasanya diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Penyelenggara biasanya bersamaan dengan pihak pemerintah yang ada di DKI Jakarta.

Nah, dari ujian tersebut yang dianggap lulus adalah para penerjemah bisa mencapai nilai A atau setara dengan nilai 80 ke atas. Kemudian dari situ para penerjemah yang telah lulus tersebut akan diambil sumpahnya. Pengambilan sumpah ini di lakukan oleh Gubernur DKI dengan pemberian SK penerjemah memiliki legalitas tersumpah. Nah, Surat Keterangan tersebut yang menandakan sebagai kontrak dari para penerjemah tersebut untuk menjadi secara resmi bisa melakukan praktik penerjemahan tersumpah.

Jadi sebagai Sworn Translator atau penerjemah tersumpah dia akan memiliki spesifikasi dokumen yang memiliki kekuatan hukum. Sehingga penerjemahan tersumpah tersebut dapat menerjemahkan dokumen yang akan di terjemahkan sesuai dengan naskah sumber – sumber Aslinya. Dengan menjadi penerjemah tersumpah tersebut maka hasil yang di terjemahkan pun akan diakui secara hukum. Pengakuan legalitas hukum tersebut karena hasil terjemahan akan sesuai dengan aslinya.

Sworn Translator di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi

Diantara yang bisa di terjemahkan dokumen – dokumen yang di maksudkan antara lain: daftar nilai, ijazah, daftar nilai siswa, laporan hasil belajar, Surat kerangan Lulus, Akta Kelahiran, SKHUN, dan Akta Perceraian. Tidak Cuma itu saja juga ada yang lainnya seperti Akta Perceraian, Akta Pendirian Perusahaan, Akta Nikah, Surat Nikah, Buku Nikah, Surat keterangan Belum Menikah, dan Surat Keterangan Sehat. Kemudian juga ada Sertifikat, Surat pengadilan, surat Keterangan Dokter, surat perjanjian, surat putusan, dan surat kontrak.

Selanjutnya ada juga yang berupa kartu identitas seperti KTP, kartu keluarga, dan yang lainnya. Untuk keperluan dengan luar negeri biasanya dokumen tersebut di terjemahkan. Contohlah biasanya untuk mengambil beasiswa pendidikan yang berada di luar negeri, atau juga bisa karena bekerja. Kemudian selanjutnya dari hasil yang telah di terjemahan akan di beri cap dan tanda tangannya penerjemah.

Selanjutnya akan di kekuatan dengan tanda tangan dari kedutaan-kedutaan besar di Jakarta. Hal tersebut sebagai jalan untuk mempermudah valid hasil terjemahan tersebut dari pihak pihak kedutaan. Sehingga dengan melalui cap dan tanda tangan tersebut juga akan memudahkan pengguna jasa terjemahan tersumpah. Sehingga dapat di bedakan dari yang tersumpah dengan yang tidak memiliki perbedaan pada aspek legalitas dokumen.

Tentu perbedaan keduanya ada kaitannya dengan perbedaan mereka pada kekuatan hukum hasil dari terjemahan yang dimaksudkan. Karena banyak juga penerjemah biasa yang sebenarnya memiliki kualitas yang baik. Namun karena tidak mendaftarkan sebagai Sworn Translator mereka juga tidak bisa menjadi penerjemah tersumpah. Sehingga yang bisa di garap dari dokumen yang diterjemahkan hanya berupa bacaan-bacaan umum saja.
Demikianlah paparan tentang perbedaan penerjemah tersumpah dengan penerjemahan yang biasa saja. semoga kita bisa mengambil manfaatnya dari paparan ini.